Kamis, 17 Juli 2014

Tips Memilih Oli Mesin

Sahabat teknik kali ini saya akan membagikan tips memilih OLI MESIN yang cocok buat kendaraan kamu serta mengetahui jenis-jenis oli mesin, Cekidot.....!!!


Oli Mesin

     Sinopsis pelumasan mesin merupakasn bagiandari perawatan dan pemeliharaan mesin mobil. Pelumasan pada mesin bertujuan untuk mengurangi seminimal mungkin terjadinya pergeseran, gesekan, dan penyerapan panas yang ditimbulkan oleh gesekan antara bagian-bagian mesin yang saling bergerak. Selain itu, pelumasan mesin juga dapat menghilangkan panas yang ditimbulkan oleh hasil pembakaran di ruang silinder. Sangat penting bagi sebuah mesin mobil untuk memilih dan menentukan oli yang tepat bagi kendaraan tersebut. Oli memiliki tingkat kekentalan yang berbeda-beda yang disesuaikan oleh kapasitas dan kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun di sisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja pada pompa oli. Salah satu fungsi utama oli mesin ialah untuk mengurangi kehausan yang disebabkan adanya gesekan atau friksi antara dua komponen mesin yang saling bergerak dan saling bergesekan. Makin kecil koefisien gesek suatu oli, maka semakin kecil tingkat kehausan dan pelumasan akan semakin baik. Kekentalan oli mesin merupakan sifat fisik oli yang cukup penting.
        Bahan tambah atau zat aditif oli sendiri berasal dari base oil yang diambil dari minyak mentah. Tetapi tidak semua minyak mentah menghasilkan base oil. Untuk menghasilkan oli sesuai kebutuhan, maka harus ditambahkan aditif dalam base oil. Kandungan zat aditif yang ada didalam oli akan berfungsi membuat lapisan film pada dinding silinder berguna melindungi mesin saat start. Hal ini sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan lama tidak dipakai. Disamping itu pula kandungan aditif detergent dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat penggantian oli baru. Coba perhatikan bila mengganti oli lama dengan yang baru, oli yang lama akan berwarna hitam pekat saat dikeluarkan dari mesin, itu menunjukan bahwa fungsi dari zat aditif bekerja dengan baik yaitu melarutkan kotoran dalam mesin. Kekentalan oli, tingkat kekentalan oli disebut dengan "viscosity grade"  ialah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih oli. Kode pengenal oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari  Society of Automotife Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukan tingkat kekentalan oli tersebut. Oli yang dijual saat ini lebih banyak multiple grade artinya dapat digunakan dalam range temperatur tertentu misalnya SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti kode oli, menandakan semakin kentalnya oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 10W-40 berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 40 pada kondisi suhu panas.
         Klasifikasi atau penggolongan oli dibedakan berdasarkan bahan bakar kendaraan tersebut. Oli untuk bahan bakar bensin ditandai dengan huruf S, sedangkan untuk bahan bakar diesel (bahan bakar solar) ditandai huruf C.


Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah:

  • Mesin Bensin : SA,SB,SC,SD,SE,SF,SG,SH,SJ,SL,SM
  • Mesin Diesel  : CA,CB,CC,CD,CE,CF-4,CH-4, dan CI-4
Kualitas oli ditentukan dengaan kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf belakangnya. Contoh API : SL. Kode S (spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin, Kode huruf kedua menentukan kualitas oli. Semakin mendekati huruf  Z mutu oli akan semakin baik berikut adalah kualitas oli yang ada dipasaran :

  • SM  : untuk mesin kendaraan tahun > 2004
  • SL   : untuk mesin kendaraan tahun >2001
  • SJ    : untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya
  • SH   : untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya
  • SG   : untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya
  • SF   : untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya
  • SE   : untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya
  • SD   : untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya
  • SC   : untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya
  • SB dan SA : sedah tidak direkomendasikan.
Penggantian oli, kapan oli sebaiknya diganti, pada umumnya oli mesin diganti setiap 500 km, tetapi hal ini juga tergantung dari kualitas oli itu sendiri. Semakin baik kualitas oli maka semakin panjang umunr pemakaiannya, bahkan ada yang mencapai 10.000 km. Bila kendaraan jarang dipakai maka kilometer kendaraan akan relatif  sedikit, maka dari itu penggantian oli tidak dapat dilihat dari segi kilometer dalam kasus ini, sebaiknya oli diganti tidak melebihi 1 tahun. Jadi buang oli lama dan ganti oli kendaraan dengan yang baru walaupun kilometer kendaraan tidak  mencapai 5.000 km.


Demikian hal yang bisa saya sampaikan dan semoga bermanfaat
Salam Teknik....!!!

Sabtu, 12 Juli 2014

Pengertian Mekanisme Katup Desmodromic

Pengertian Mekanisme Katup Desmodromique

     Mekanisme katup sisitem Desmodromique dan sistem  pneumatik ialah jenis mekanisme katup dari prestasi hasil riset yang terus dikembangkan. Kedua mekanisme katup ini sudah baku, sangat efektif dan hebat dalam segala RPM mesin. Maka dijadikan pilihan dan andalan untuk jenis motor balap (sport race). Katup desmodromique yang jadi andalan Ducati di MotoGP, penyempurnaan mekanisme katupnya pada umumnya dikembangkan dengan sistem desmodromique oleh Ducati. Pada prinsipnya sistem kerja katup sama namun untuk kecepatan tinggi timbul masalah yang disebabkan oleh kecepatan balik pegas spiral terlambat/tertinggal dari kecepatan mesin. Dengan sistem katup desmodromique kelemahan ini dapat diatasi karena gerakan poros cam sahft. Makin tinggi putaran mesin, juga akan menimbulkan masalah pada  per yang berbentuk spiral. Per harus bergerak lebih cepat dari putaran mesin, jika tidak maka akan terjadi tabrakan antara torak dengan katup yang terlambat menutup. Padahal spiral yang dibuat dari bahan dasar logam memiliki frekuensi harmonis, jika melebihi batas kemampuannua pegas akan patah, dan kompenen lain sekelilingnya akan ikut rusak dan tidak bisa bekerja.

     Karena itulah, pada mesin mobil umum tertentu, dengan putaran lebih tinggi, digunakan dua pegas dalam satu katup, bertujuan untuk mengimbangi putaran mesin dengan kecepatan buka tutup mekanisme katup. Disamping itu karena komponen katup terbuat dari logam, saat panas ukurannya berubah karena pemuaian. Kondisi ini menyebabkan celah antara katup dengan pelatuknya berbeda dan sangat mempengaruhi cara kerja mesin. Dari kelemahan itu melahirkan katup hidraulik. Pada tipe ini celah katup saa dingin dan panas diatur oleh tekanan oli mesin. Kenyataannya, mesin yang menggunakan dua pegas juga belum memenuhi keinginan para insinyur mesin. terutama mereka yang berkecimpung diarena balap. pasalnya, di arena itu kapasitas mesin dibatasi. Dan mesin harus mampu mengerahkan tenaga sebesar mungkin agar mobil lebih kencang. Sebagai contoh, mesin F1 yang berkapasitas mesin 2400cc, mampu menghasilkan tenaga 850 hp. Putaran mesin mencapai 14.000-15.000 rpm, bahkan bisa melebihi antara 18.000-20.000 rpm. Penggunaan pegas pada katup mekanin atau hidraulik pada kondisi seperti itu tidak bisa diandalkan lagi.

     Jadi kesimpulannya adalah mekanisme katup desmodromique menggunakan poros cam untuk membuka dan menutup katup yang sedang bekerja, dan tidak menggunakan pegas spiral lagi, agar meminimalisir keterlambatan pada saat katup membuka dan menutup pada putaran mesin tinggi

     Hanya demikian yang bisa saya sampaikan dan semoga bermanfaat.

Jumat, 11 Juli 2014

TEKNOLOGI V-TEC

Teknologi V-TEC

          Teknologi V-TEC (Variable Timing and Lift Electronic Control), ditemukan oleh insinyur honda, ikuo kajitani, pertama kali digunakan untuk sepeda motor cbr400 tahun 1983. Honda cbr400 ini dapat menggerakan semua katup diatas RPM 8500. Karakter ini mirip sekali dengan teknologi V-TEC yang terdapat pada mobil, dimana cenderung bekerja pada RPM menengah keatas, seiring berjalan waktu teknologi ini terus disempurnakan hingga diterapkan pada Honda VFR800 tahun 2002, dimana semua katup terbuka pada putaran mesin RPM 6800. Teknologi V-TEC bertujuan unutk meningkatkan efisiensi pengisian atau masuknya campuran bahan bakar ke dalam silinder mesin 4 langkah, sehingga kemampuan meningkat di setiap putaran mesin. Selain itu juga menghemat bahan bakar serta mengurangi kebisingan suara mesin dan mengurangi polusi.
          Sebagai acuan dasar dapat mememahami cara kerja Honda V-TEC pada mesin sepeda motor VFR800. Jenis mesin menggunakan DOHC (Doble Over Head Camsahft) dengan empat katup yang tidak bekerja secara bersamaan tetapi berdasarkan dari:
1.     Putaran mesin; dua katup bekerja pada RPM 6800, diatas 6800 RPM ke empat katup bekerja semua
2.     Temperatur pendingin cairan pendingin; dua katup persilinder sampai 65'C

       Jika kondisi empat katup dipenuhi maka ECM akan mengaktifkan "spool solenoid valve" unuk mengalirkan tekanan minyak pelumas ke "slide pin" sehingga bergeser dan mengunci batang katup sehingga katup beroperasi semua. Sedangkan bila tidak terpenuhi "slide pin" akan berada pada posisi bebas sehingga walaupun camshaft menekan valave lifter tetapi tekananya tidak diteruskan oleh batang katup , operasi dua katup per silinder. Jadi kecepatan aliran udara tetap tinggi karena hanya satu katup masuk yang terbuka , dan dimana pada putaran tinggi, aliran udara sudah tinggi pemasukan campuran bahan bakar dan udara menjadi maksimal karena ada dua katup masuk yang terbuka
      V-TEC pertama kali digunakan pada mobil Acura NSX pada tahun 1990, sport car pertama buatan Honda, teknologi ini menghasilkan peforma tinggi yang dibutuhkan sport car, namun tetap hemat bahan bakar. Teknologi V-TEC pun menjadi terobosanteknologi ramah lingkungan Honda Motor Co. V-TEC kemudian diterapkan pada roadster honda s2000 dan model lain-lain. Jadi kesimpulannya adalah bawha teknologi V-TEC adalah Katup yang bekerja secara penuh dalam kecepatan mesin tertentu yang bertujuan untuk menghemat bahan bakar serta mengurangi dampak polusi bagi lingkungan

Demikian artikel tentang teknologi V-TEC semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca artikel ini

Prinsip Kerja Motor Bensin Dan Motor Diesel

Motor Bensin

         Motor Bensin dan Motor Diesel bekerja dengan gerakan torak bolak-balik (naik turun pada motor tegak), motor bensin dan diesel bekerja menurut prinsip 4 langkah dan prinsip ini umumnya digunakan pada teknik mobil. Untuk motor dengan penyalaan busi atau disebut motor bensin (premium) sedangkan untuk motor diesel menggunakan bahan bakar solar atau minyak diesel.


1. Motor Bensin

         Pada langkah kerja motor bensin dapat dijelaskan sebagai berikut

Langkah Hisap
katup masuk terbuka, torak bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) menuju TMB (Titik Mati Bawah) sambil menghisap campuran udara dan bahan bakar ke ruang silinder, bila torak sampai di TMB maka ruang silinder telah penuh terisi dengan campuran udara dan bahan bakar, langkah hisap itu telah selesai

Langkah Kompresi
katup masuk tertutup torak mulai bergerak dari TMB menuju TMA dengan mendesak campuran udara dan bahan bakar tadi dengan tujuan menaikan suhu bahan bakar agar mudah terbakar, sebelum torak mencapai TMA busi akan memercikan bunga api kedalam silinder

Langkah Usaha
bahan bakar yang telah di kompres tadi dipercikan bunga api dari busi dengan seketika terjadi ledakan yang mengakibatkan terdorongnya torak menuju TMB itulah yang disebut dengan langkah usaha

Langkah Buang
sisa pembakaran bahan bakar tadi telah menjadi kotoran yang harus dibuang, saat torak berada di TMB dan menuju TMA, katup buang terbuka dan torak bertugas untuk mendorong sisa pembakaran menuju katup buang.
         Seluruh proses kemudian diulang dari langkah hisap sampai langkah buang, hal tersebut adalah prinsip dari cara kerja motor 4 langkah (4 tak)



















2. Motor Diesel

          Prinsip kerja motor diesel berbeda dengan prinsip kerja motor bensin, jika motor bensin menyalakan bahan bakar dengan busi lain halnya dengan motor diesel, yaitu dengan cara kompresi yang tinggi, maka dari itu udara akan menjadi sangat panas dan sanggup menyalakan bahan bakar yang telah dikompres dengan sendirinya.
         Prinsip kerja motor diesel 4 langkah adalah sebagai berikut :

Langkah Hisap
pada saat torak dari TMA menuju TMB, katup masuk terbuka dan menghisap bahan bakar ke dalam silinder, dalam hal ini langkah hisap terbagi dua, yaitu semprotan langsung dan semprotan tidak langsung. Semprotan langsung adalah bahan bakar akan dimasukan kedalam silinder melalui injector bahan bakar apabila udara telah selesai di kompres, sedangkan semprotan tidak langsung adalah bahan bakar dan campuran udara dimasukan melalui katup masuk. langkah hisap selesai

Langkah Kompresi
langkah kompresi dilakukan pada saat torak bergerak dari TMB menuju TMA, dan akan mengkompres udara dan bahan bakar didalam silinder untuk menyalakan bahan bakar yang ada didalam silinder

Langkah Usaha
langkah usaha terjadi pada saat bahan bakar dinyalakan dengan cara rasio kompresi yang sangat tinggi dan terjadi ledakan yang mendorong torak menuju TMB, katup buang membuka

Langkah Buang
langkah buang dilakukan pada saat torak bergerak menuju TMA, dan katup buang terbuka, maka torak akan mendorong sisa pembakaran menuju katup buang



















Demikian prinsip kerja Motor Bensin dan Motor Diesel, semoga informasi  bermanfaat bagi para pembaca