Pengertian Mekanisme Katup Desmodromique
Mekanisme katup sisitem Desmodromique dan sistem pneumatik ialah jenis mekanisme katup dari prestasi hasil riset yang terus dikembangkan. Kedua mekanisme katup ini sudah baku, sangat efektif dan hebat dalam segala RPM mesin. Maka dijadikan pilihan dan andalan untuk jenis motor balap (sport race). Katup desmodromique yang jadi andalan Ducati di MotoGP, penyempurnaan mekanisme katupnya pada umumnya dikembangkan dengan sistem desmodromique oleh Ducati. Pada prinsipnya sistem kerja katup sama namun untuk kecepatan tinggi timbul masalah yang disebabkan oleh kecepatan balik pegas spiral terlambat/tertinggal dari kecepatan mesin. Dengan sistem katup desmodromique kelemahan ini dapat diatasi karena gerakan poros cam sahft. Makin tinggi putaran mesin, juga akan menimbulkan masalah pada per yang berbentuk spiral. Per harus bergerak lebih cepat dari putaran mesin, jika tidak maka akan terjadi tabrakan antara torak dengan katup yang terlambat menutup. Padahal spiral yang dibuat dari bahan dasar logam memiliki frekuensi harmonis, jika melebihi batas kemampuannua pegas akan patah, dan kompenen lain sekelilingnya akan ikut rusak dan tidak bisa bekerja.
Karena itulah, pada mesin mobil umum tertentu, dengan putaran lebih tinggi, digunakan dua pegas dalam satu katup, bertujuan untuk mengimbangi putaran mesin dengan kecepatan buka tutup mekanisme katup. Disamping itu karena komponen katup terbuat dari logam, saat panas ukurannya berubah karena pemuaian. Kondisi ini menyebabkan celah antara katup dengan pelatuknya berbeda dan sangat mempengaruhi cara kerja mesin. Dari kelemahan itu melahirkan katup hidraulik. Pada tipe ini celah katup saa dingin dan panas diatur oleh tekanan oli mesin. Kenyataannya, mesin yang menggunakan dua pegas juga belum memenuhi keinginan para insinyur mesin. terutama mereka yang berkecimpung diarena balap. pasalnya, di arena itu kapasitas mesin dibatasi. Dan mesin harus mampu mengerahkan tenaga sebesar mungkin agar mobil lebih kencang. Sebagai contoh, mesin F1 yang berkapasitas mesin 2400cc, mampu menghasilkan tenaga 850 hp. Putaran mesin mencapai 14.000-15.000 rpm, bahkan bisa melebihi antara 18.000-20.000 rpm. Penggunaan pegas pada katup mekanin atau hidraulik pada kondisi seperti itu tidak bisa diandalkan lagi.
Jadi kesimpulannya adalah mekanisme katup desmodromique menggunakan poros cam untuk membuka dan menutup katup yang sedang bekerja, dan tidak menggunakan pegas spiral lagi, agar meminimalisir keterlambatan pada saat katup membuka dan menutup pada putaran mesin tinggi
Hanya demikian yang bisa saya sampaikan dan semoga bermanfaat.